Kudus Fhashion on the Street Semarakkan Hari Jadi Kota Kudus ke 477
Kudus, KUDUS TIME.com – Alun-Alun Simpang 7 Kudus berubah menjadi panggung peragaan busana pada Sabtu malam, 19 September 2026. Puluhan busana karya brand lokal diperagakan dalam Kudus Fashion on the Street tersebut, gelaran itu merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.
Menariknya, gelaran fashion tersebut tidak hanya menghadirkan model profesional. Tapi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus turut ambil bagian sebagai peraga busana.
Keterlibatan jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Para pejabat dan unsur OPD tampil memperagakan busana karya pelaku industri fashion lokal di hadapan masyarakat yang memadati kawasan Simpang 7 Kudus.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Samani Intakoris, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menggandeng sekitar 35 hingga 40 brand lokal Kudus. Para pejabat di lingkungan Pemkab Kudus dilibatkan sebagai model untuk memperagakan karya busana dari brand-brand tersebut.
Menurut Endhah Endhayani, "keterlibatan OPD dan pejabat daerah dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku usaha fashion lokal" tutur Endah.
Ia berharap panggung tersebut dapat membantu memperluas promosi produk lokal sekaligus mendorong brand Kudus agar semakin dikenal masyarakat.Konsep tersebut sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas fashion dan masyarakat dalam memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kudus.
Kudus Fashion on the Street digelar di Alun-Alun Simpang 7 mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kudus Expo 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus.
Kegiatan fashion tersebut bukan hanya sekadar menjadi hiburan masyarakat. Dekranasda Kabupaten Kudus menempatkannya sebagai salah satu ruang promosi bagi produk-produk fashion lokal.
Sebelumnya, Kudus Expo 2026 menghadirkan sekitar 50 stan UMKM di kawasan Simpang 7. Sebanyak 45 stan mendapat dukungan Bank Jateng, sementara sejumlah produk fashion lokal juga ikut dipamerkan dan dipasarkan kepada masyarakat.
Melalui fashion show tersebut, produk lokal mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam panggung terbuka dan dikenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Pelibatan pejabat dan OPD sebagai model juga membuat promosi produk tidak berhenti pada aktivitas pameran, tetapi dikemas dalam pertunjukan yang melibatkan langsung unsur pemerintah daerah.
Kudus Fashion on the Street juga menjadi momentum pengumuman pemenang sayembara desain batik untuk seragam ASN Kabupaten Kudus.
Sayembara tersebut diikuti sekitar 103 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Proses penjurian dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan lima finalis, sebelum desain terpilih ditentukan.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa fashion tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari promosi UMKM, pengembangan ekonomi kreatif serta penguatan identitas produk lokal Kudus.
Dengan melibatkan OPD dan jajaran pejabat sebagai bagian dari peragaan, Kudus Fashion on the Street menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif dan masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Ku dus.
Kudus Fashion on the Street pun menjadi salah satu agenda yang memberikan warna berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus tahun ini.
(Fzn)

