Kota Kudus Pecahkan Rekor MURI Lewat Tari Lajur Caping Kalo
Kudus, KUDUS TIME. Com – Tari Lajur Caping Kalo berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah ditampilkan secara kolosal oleh 670 penari di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (26/9/2026).
Pertunjukan tari yang mengangkat unsur budaya dan kearifan lokal Kabupaten Kudus tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian serta pengenalan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pencatatan rekor tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan MURI kepada pihak yang menjadi pemrakarsa dan penyelenggara kegiatan. Piagam diserahkan oleh Senior Representatif MURI, Ari Andriani.
Dalam kesempatan tersebut, Ari Ardani menyampaikan bahwa Tari Lajur Caping Kalo tidak hanya tercatat sebagai rekor MURI, tetapi juga dikukuhkan sebagai rekor dunia.
"Penampilan Tari Lajur Caping Kalo dengan melibatkan 670 penari ini kami catat sebagai rekor MURI sekaligus rekor dunia," ujar Ari.
Penampilan ratusan penari tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, Direktur PT Nojorono Tobacco International, Daniel Halim, serta Representatif MURI, Ari Arduani.
Bupati Kudus Sam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat.
Ia memberikan apresiasi kepada PT Nojorono Tobacco International dan Yayasan Bhakti Nojorono yang telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Nojorono Tobacco International dan Yayasan Bhakti Nojorono yang telah berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan budaya di Kabupaten Kudus," kata Sam ani
Dalam kegiatan itu, MURI menyerahkan piagam penghargaan kepada PT Nojorono Toba Co International dan Yayasan Bhakti Nojorono sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara pencatatan rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo.
Keterlibatan 670 penari dalam pertunjukan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memperkenalkan seni budaya daerah.
Dengan tercatatnya Tari Lajur Caping Kalo sebagai rekor MURI dan rekor dunia, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat identitas budaya Kudus sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai kesenian tradisional daerah.
(Fzn)
