Setelah Viral Nyanyi Bareng LC di Tempat Hiburan Malam, Kiyai NU Sulsel Buka Suara. - Kudus Time
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Setelah Viral Nyanyi Bareng LC di Tempat Hiburan Malam, Kiyai NU Sulsel Buka Suara.

Makasar, KUDUS TIME.com – Video seorang kiai yang merupakan salah satu Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan viral di media sosial setelah dirinya terlihat bernyanyi di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar.

Tokoh yang diketahui berinisial KH MS, dan menjabat sebagai Wakil Khatib Syuriah PWNU Sulsel sekaligus dosen Universitas Islam Makassar itu kemudian memberikan klarifikasi terkait video yang beredar tersebut.

MS membantah sengaja datang ke tempat hiburan malam untuk menikmati hiburan bersama lady companion (LC). Menurut pengakuannya, keberadaannya di lokasi tersebut bermula dari ajakan keluarga yang datang dari Kalimantan.

“Itu ada keluarga, tamu dari Kalimantan. Dia ajak saya ketemu di hotel,” ujar MS saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

MS menjelaskan, dirinya datang ke sebuah hotel untuk menemui tamu tersebut. Namun, setelah tiba di lokasi, ia mengetahui bahwa keluarganya berada di area hiburan yang terdapat di dalam hotel tersebut.

“Datanglah saya di hotel tersebut. Tetapi saat tiba, ternyata itu ada di lantai satu yang tempatnya THM. Jadi, saya temui di situ,” jelasnya.

Menurut MS, dirinya kemudian berbincang dengan tamunya di dalam ruangan. Ia membenarkan sempat ikut bernyanyi karena tamunya sedang bernyanyi.Namun, ia membantah ikut berdansa ataupun menggunakan jasa LC.“Saya ketemu di situ berbincang-bincang. Karena dia dalam keadaan menyanyi, saya menyanyi, tapi tidak berdansa. Tidak ada LC,” katanya.

MS mengatakan dirinya memang melihat adanya LC ketika keluar dari ruangan. Namun, ia menegaskan tidak menggunakan maupun membayar jasa tersebut.

“Tapi saat keluar room ada LC di situ, tapi saya tidak bayar dan lain-lain,” ujarnya

Selain memberikan klarifikasi mengenai keberadaannya di THM, MS juga mempersoalkan pemberitaan yang menurutnya tidak menggambarkan kejadian sebenarnya.

Ia mengaku sempat berupaya menghubungi wartawan yang memberitakan dirinya untuk memberikan klarifikasi setelah berita tersebut diterbitkan.

Dalam keterangannya, MS mengklaim sempat mendapat tawaran kerja sama iklan agar pemberitaan mengenai dirinya tidak ditayangkan. 

Ia menyebut nominal yang ditawarkan berada pada kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.

MS mengaku menolak tawaran tersebut. Menurutnya, jika kerja sama yang ditawarkan merupakan iklan secara profesional dengan tarif normal, dirinya masih dapat mempertimbangkannya.

“Saya bilang tidak bisa kalau iklan itu biasanya Rp3 jutaan, Rp 5 jutaan. Kalau itu saya sanggup, tapi kalau harganya seperti begitu tidak bisa,” ungkapnya.

MS kemudian mengaku kembali mendapat pesan melalui Whats App yang menurut versinya berisi ancaman untuk menyebarluaskan video dirinya serta kembali memberitakan keberadaannya di tempat hiburan malam tersebut.

Ia menilai penyebaran video tersebut berkaitan dengan persoalan privasi.

Atas polemik yang muncul, MS mengatakan dirinya telah membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Ia mengaku telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik kepada kepolisian. Namun, untuk dugaan pemerasan yang menurut pengakuannya terjadi dalam komunikasi dengan pihak yang disebutnya sebagai oknum wartawan, MS menyatakan belum membuat laporan tersendiri.

“Saya lapor di polisi tentang pencemaran nama baik. Saya belum melaporkan tentang pemerasan,” katanya.

Polemik tersebut kini menjadi perhatian publik setelah video MS di tempat hiburan malam beredar luas di media sosial.

Sementara itu, klarifikasi MS menjadi bagian penting dalam melihat persoalan secara utuh, mengingat keberadaan dirinya di lokasi serta tudingan mengenai pemberitaan dan komunikasi dengan wartawan merupakan versi yang disampaikan oleh MS dan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

       (VPutra)

Posting Komentar