Peringati Hari Santri Nasional, Lembaga Pendidikan Raudlatus Shibyan Gelar Kemah bersama dan Salurkan Bantuan Air Bersih - Kudus Time
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Peringati Hari Santri Nasional, Lembaga Pendidikan Raudlatus Shibyan Gelar Kemah bersama dan Salurkan Bantuan Air Bersih


Kudus, KUDUS TIME.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Lembaga Pendidikan Raudlatus Shibyan menggelar kegiatan perkemahan Pramuka bersama yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan ukhuwah Islamiah, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial berupa penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Perkemahan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Oktober 2026, tersebut resmi dibuka pada Senin (26/10/2026) yang bertempat  di lapangan Desa Peganjaran , Kec Bae, Kabupaten Kudus. Pembukaan tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kudus dari Fraksi PKB, H.Sutejo, S.Pd.l.

Sebanyak 610 peserta Pramuka mengikuti kegiatan tersebut dengan menempati 50 tenda. Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan menjadi bagian dari upaya lembaga dalam membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kemandirian sejak dini.

Wakil Bupati Kudus, Belinda Putri Sabrina Birton, semula dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut. Namun, karena satu dan lain hal, yang bersangkutan berhalangan hadir.

Di tengah rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, Lembaga Pendidikan Raudlatus Shibyan juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. 

Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, pihak Lembaga menyalurkan donasi berupa tiga truk tangki air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.

Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat Desa Kedungdowo dan Desa Mijen yang terdampak kekeringan. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata dunia pendidikan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan pengabdian sosial.

Melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Kudus, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. 

Aksi sosial ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para peserta Pramuka mengenai pentingnya empati, gotong royong, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama.

Selain memperingati Hari Santri Nasional, perkemahan bersama ini dirancang sebagai ruang interaksi antara peserta dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Raudlatus Shibyan. 

Melalui kegiatan di alam terbuka, para peserta didorong untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam kehidupan bersama.

Penyatuan seluruh jenjang pendidikan dalam satu kegiatan juga memiliki arti penting dalam mempererat ukhuwah Islamiah. Para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kepramukaan, tetapi juga kesempatan membangun hubungan yang lebih erat, menumbuhkan rasa persaudaraan, dan memperkuat identitas sebagai bagian dari satu keluarga besar lembaga pendidikan Raudlatus Shibyan.

Ha tersebut seperti di ungkapkan ketua panitia perkemahan Abd Hafidh "pertama, kegiatan ini untuk memperingati hari santri nasional, kedua memperkuat ukhuwah lslamiah di lingkungan Madrasah, ketiga, agar seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan merasakan pengalaman kemah bersama" begitu tuturnya.

Dengan memadukan pendidikan karakter, penguatan persaudaraan, dan kepedulian sosial, perkemahan tersebut diharapkan mampu memberikan makna lebih luas bagi peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan melalui pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pembelajaran di lingkungan madrasah, tetapi juga tercermin dalam sikap peduli, semangat berbagi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan santri tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu Agama, pengetahuan dan pembentukan akhlak, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

        (Fzn)

Posting Komentar