Warga Desa Besito Keluhkan Kebisingan Sound System SMK Raden Umar Said
Kudus, KUDUS TIME.com – Sejumlah warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, khususnya warga Dukuh Modinan, menyampaikan keluhan terkait penggunaan sound system oleh SMK Raden Umar Said yang dinilai mengganggu aktivitas ibadah masyarakat pada hari Kamis malam sekira pukul 18 WIB (13/8/2026)
Keluhan tersebut muncul karena suara sound system yang cukup keras terdengar hingga ke dalam masjid. Bahkan, warga menyebut suara tersebut mengganggu pelaksanaan sholat, terutama ketika suara imam tidak dapat terdengar dengan jelas oleh makmum.
Salah seorang warga yang berinisial M mengungkapkan, suara dari sound system tersebut terdengar hingga ke dalam masjid saat masyarakat sedang melaksanakan sholat."Suaranya sampai dalam masjid hingga suara imam tak terdengar," tutur M.(16/8/2026)
Selain mengganggu saat pelaksanaan sholat, warga juga mengeluhkan penggunaan sound system pada waktu setelah salat Magrib, ketika sebagian masyarakat sedang melaksanakan kegiatan keagamaan seperti yasinan dan pembacaan Al-Barjanji.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai penggunaan sound system, melainkan menyangkut penghormatan terhadap aktivitas ibadah dan kehidupan sosial masyarakat di lingkungan sekitar sekolah.
Warga Desa Besito menyayangkan apabila kegiatan sekolah tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan, khususnya ketika masyarakat sedang menjalankan ibadah. Terlebih, SMK Raden Umar Said merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah yayasan Islam dan menggunakan nama Raden Umar Said, salah satu Wali (Sunan),yang menjadi tokoh dalam sejarah Islam di Kudus.
Sejumlah warga berharap pihak sekolah dapat lebih memahami kultur religius masyarakat sekitar serta melakukan komunikasi dengan warga agar kegiatan sekolah tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ibadah.
Warga juga menilai penting adanya iktikad baik dari pihak sekolah dalam membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. Menurut mereka, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi juga perlu membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat di sekitarnya.
Keluhan warga tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak SMK Raden Umar Said untuk mengatur penggunaan sound system, terutama pada waktu-waktu masyarakat sedang melaksanakan ibadah atau kegiatan keagamaan.
(Fzn)