Menara Kudus Selenggarakan Kirab Laku Banyu Panguripan. - Kudus Time
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menara Kudus Selenggarakan Kirab Laku Banyu Panguripan.



Kudus, Kudus Time.com - Ribuan Masyarakat Kudus mengikuti tradisi kirab Laku Banyu Panguripan dengan membawa obor dan mengenakan pakaian  kudusan yang berkumpul hingga memadati  halaman Pendapa kabupaten Kudus., 

Gelaran Kirab Laku Banyu Panguripan itu berlangsung pada Sabtu malam 3 Januari 2026 yang di hadiri oleh Bupati Kudus Sam ani lntakoris, acara tersebut dihadiri tokoh Agama, dan tokoh  masyarakat.

Kirab Laku banyu panguripan yang jugaa dikenal sebagai Kirab Punden dan belik tersebut adalah merupakan rangkaian peringatan Ta'sis Menara Kudus dan juga sebagai bentuk nguri uri budaya  tradisi religi, juga sekaligus mengenang berdirinya Kabupaten Kudus yang dianggap sebagai tahun berdirinya Menara Kudus, yakni pada bulan Rajab 956, atau tahun 1444 Masehi.

Acara Kirab Banyu Panguripan tersebut menempuh jarak kurang lebih 700 meter, yang di mulai dari pendapa  menuju komplek Menara Kudus dengan di ikuti 166 pengelola punden dan belik se Kabupaten Kudus.

Para peserta kirab membawa air suci (banyu panguripan) yang di ambil dari 554 belik dan punden se Kabupaten Kudus, ditambah air dari wali Songo di tambah air dari Sultan Fatah, ditambah air dari Ibrahim Asmoro Qhidi dan di sempurnakan dengan air Zam Zam dari Mekah, air tersebut kemudian disatukan dan di ikat dengan dengan khataman Qur'an 19 kali.



Air dari sumur punden dan belik itu kemudian di kirab secara simbolis menuju komplek Masjid Al Aqsha Menara Kudus sebagai wujud rasa syukur serta pelestarian tradisi religi.

Kegiatan kirab Laku Banyu Panguripan juga sebagai momentum napak tilas Sunan Kudus dalam berdakwah melalui budaya.

Ketua panitia kirab Dr Jalil dalam sambutannya mengungkapkan " Hadirnya Kudus adalah dengan laku batin dengan tirakat dan dengan do'a, sehingga pada malam hari ini kita adalah sedang memprosesikan keempat ratus sembilan puluh satu tahun yang lalu,dimana Daerah ini belum berdiri dan sejak itu Kudus berdiri" begitu ungkap Abdul Jalil.

Sementara itu Bupati Kudus Sam ani lntakoris dalam sambutan pemberangkatan kirab mengatakan, " kirab ini menjadi satu kekuatan, destinasi, falsafah maupun budaya di kabupaten Kudus. kami pemerintahan Kabupaten Kudus mendukung dan mengapresiasi serta mendukung kegiatan ini," begitu tutur Sam ani.

(Fzn)

Posting Komentar