Duku Sumber, Buah Lokal Kualitas Premium lncaran Segmen Menengah Atas
Kudus, Kudus Time.com - Duku sumber, buah Duku asal Dukuh Sumber, Desa Hadipolo Kabupaten Kudus, dikenal memiliki kwalitas premium dan menjadi sasaran segmen masyarakat menengah atas,
Buah Duku sumber di minati konsumen kelas menengah atas karena cita rasanya yang manis, daging buah tebal, serta biji yang kecil.
Duku sumber ini sering menjadi incaran kalangan pejabat, mulai dari kepala Desa, Camat, hingga kalangan pejabat Dinas,
Karna cita rasanya yang has tersebut, buah duku Sumber sering di jadikan buah tangan( oleh oleh) maupun untuk konsumsi pribadi.
Sugeng Riadi Salah satu petani Duku di Dukuh Sumber RT 01 RW 05,Desa Hadipolo, Kec Jekulo, Kabupaten Kudus, menuturkan, bahwa buah Duku Sumber Hadipolo sejak dulu dikenal memiliki keunggulan di banding dengan duku dari daerah lain, rasa manisnya tetap terjaga meski di panen di musim hujan, apalagi bila di panen di musim kemarau buah duku jadi lebih manis dan legit.
"Hal ini lah yang membuat buah tersebut memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan" ujar Sugeng Riadi, Jum at (9/1/2026)
Menurut pengakuan Sugeng, bahwa Duku Sumber sering menjadi incaran para pejabat mulai dari pejabat Dinas, Camat, hingga Kepala Desa.
Dan sejak puluhan tahun lalu, Duku Sumber sering di jadikan buah pilihan untuk oleh oleh maupun konsumsi pribadi.
Sugeng juga mengungkapkan, bahwa buah Duku sumber pernah menjadi juara tingkat propinsi pada era 1980 an sehingga nama Duku Sumber cukup populer di kalangan masyarakat.
Pada masa panen, Sugeng menjual hasil panen Dukunya tidak di jual kepada tengkulak, tapi Sugeng menjual secara ritel (eceran) atau dia jual lansung pada konsumen, walau sering mendapat tawaran dari tengkulak dengan harga tinggi.
Dia mengatakan, kalau menjual langsung pada konsumen itu punya kepuasan tersendiri, selain itu nilai tambah ekonominya juga lebih terasa.
"Kalau di jual sendiri selain bisa berbagi pada saudara dan teman teman, hasilnya juga lebih nyata" ujar Sugeng.
Di musim panen tahun ini, mulai Minggu 28 Desember sampai hari Jum at 9 Januari 2026 ini buah duku yang di panen sudah terjual sebanyak 151 kilogram. dengan harga jual eceran per kilogram Rp 40.000. dan bila di kalkulasi, hal tersebut terkonfirmasi saat awak media Kudus Time menyambangi rumah pemilik pohon duku Sugeng Riyadi,
Omzet yang di hasilkan dari panen Duku tersebut mencapai jutaan rupiah, sedang panen duku masih berlangsung sampai beberapa hari kedepan, karna sebagian Duku masih di pohon menunggu tua untuk dipetik
Sugeng memprediksi bahwa hasil panen dukunya tahun ini mencapai dua kwintal., dan dari hasil panen Dukunya itu sebagian di bagikan kepada tetangga dan sanak saudara.
Dari hasil panen buah Duku tersebut Sugeng menjualnya via online, dengan sistim COD ke beberapa tempat, seperti Kaliwungu, Ngloram, Terban, Hingga Jepara,
Buah Duku Sumber tergolong langka, karna Pohon buah duku yang dimiliki Sugeng sudah berusia sekitar 38 - 40 tahun
Pohon Duku tersebut di tanam dan di rawat sendiri oleh Sugeng, ia baru benar benar serius merawat pohon dukunya sejak tahun 2022, yang sebelumnya perawatan di lakukan dengan seadanya.
Sugeng menjelaskan, bawa buah duku yang tumbuh di musim kemarau, pohonnya membutuhkan konsumsi air yang cukup, agar buah cepat besar dan tidak mudah rontok,
Sedang untuk pemupukannya, Sugeng menggunakan pupuk organik seperti daun lamtoro dan dedaunan lain serta menggunakan pupuk urea sesuai kebutuhan.
(Fzn)



