Aliansi Grup Aktifis Dan Aliansi Rakyat Bergerak Menggelar Ruwatan Bumi Kudus dan Nusantara
Kudus, Kudus Time.com – Aliansi Grup Aktifis dan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menggelar kegiatan Ruwatan Bumi Kudus Nusantara, Kegiatan ruwatan itu di laksanakan di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus, Sabtu malam (13/6/2026)
Ruwatan Bumi Kudus Nusantara digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Acara yang dihadiri kepala Kesbangpol Andreas dan perwakilan Bupati Kudus, berbagai elemen masyarakat, tokoh budaya, tokoh agama, serta pemerintah setempat berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat.
Ruwatan Bumi merupakan tradisi budaya yang mengandung makna rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan doa bersama serta ritual ngruwat Bumi.Acara Ruwatan juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Nusantara.
Muhammad Arwani selaku ketua Aliansi dalam sambutan pembukaannya mengatakan" Ruwatan artinya adalah pembebasan, jadi kalau kita melakukan atau mengadakan ruwatan berarti kita melakukan pembebasan dari sukerto (sial, sengkala) kejadian yang tidak kita inginkan, oleh karenanya kita harus meruwat Bumi ini," Begitu tutur Arwani.
Arwani menganalogikan bumi ini seperti ponsel dan komputer yang banyak virusnya, ponsel atau komputer kalau banyak virus nya itu tidak akan bisa beroperasi, makanya supaya virus itu sirna harus di restart atau di instal ulang, supaya normal kembali.
Bumi juga begitu, banyaknya bencana tanah longsor, bencana banjir kecelakaan kereta dan peperangan itu juga perlu adanya ruwatan Bumi, agar bumi kembali kondusif.
Arwani juga menyinggung gejolak ekonomi dan geopolitik baik Nasional maupun global yang ekskalasinya cenderung memanas, Dia juga menyebut gejolak politik tahun 1966 dan tahun 1998 yang menimbulkan haru hara besar dan perubahan politik yang menimbulkan korban cukup signifikan
(Fzn)
.jpg)

