Kemelut di Tubuh Partai Golkar Kabupaten Kudus Akhirnya Muncul Kepermukaan
Kudus, Kudus Time.com - Kemelut internal di tubuh partai Golkar akhirnya mencuat kepermukaan, mencuatnya kemelut tersebut di karenakan Musyawarah Daerah (Musda) yang seharusnya di gelar pada pada bulan Desember 2025 sampai sekarang belum juga di laksanakan. Padahal masa kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Kudus prode 2020 - 2025 sudah berakhir.
Belum di Gelarnya musyawarah Daerah (Musda) Parta Golkar Kudus hingga saat ini dikarena belum adanya respon surat yang dikirim oleh DPD Partai Golkar Kudus ke DPD l Partai Golkar Jateng sebagai dasar penyelenggaraan Musda Partai Golkar Kabupaten Kudus.
Padahal pihak DPD partai Golkar Kabupaten Kudus pada tanggal 25 November sudah berkirim surat kepada DPD Partai Golkar Jawa Tengah terkait pelaksanaan Musda untuk pemilihan pengurus baru, namum pihak DPD Golkar Jateng bukannya membalas surat dari DPD Golkar Kudus sebagai dasar penyelenggaraan Musda partai Golkar Kudus, tapi justru menunjuk Anton Lami Suhadi sebagai pejabat sementara (plt) ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus.
Hal tersebut membuat kekecewaan sayap sayap partai Golkar dan seluruh Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Kudus.
Untuk menyikapi hal tersebut kemudian dilaksanakanlah silaturahmi yang di gekar pada Kamis sore 8/1/2026 yang dihadiri oleh seluruh Pimpinan Kecamatan dan semua sayap partai Golkar Kabupaten Kudus itu untuk menyatukan persepsi guna pelaksanaan Musda Partai Golkar Kabupaten Kudus.
Seperti yang di sampaikan plt ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus Anton Lami Suhadi selaku Pimpinan rapat silaturahmi"silaturahmi ini adalah untuk menyamakan persepsi,.. daerah pinginnya apa pusat pinginnya apa, kan harus di samakan persepsinya" begitu tutur Anton Lami Suhadi pada usai acara silaturahmi di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus, Desa Rendeng, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus.
Tertundanya Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus di karenakan tidak adanya kesamaan persepsi antara DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus dengan DPD l Jawa Tengah.
Perbedaan persepsi tersebut karena pihak DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus mengusulkan lrwan Syah untuk menjadi ketua Partai Golkar Kabupaten Kudus tidak direstui oleh DPD l Partai Golkar Jateng, tapi justru DPD I Partai Golkar Jawa Tengah menghendaki Anis Hidayat yang menahkodai Partai Golkar Kabupaten Kudus,
Karena perbedaan persepsi itulah yang menyebabkan terjadinya kemelut di partai Golkar Kabupaten Kudus hingga mencuat kepermukaan, dan Musda Partai Golkar Kabupaten Kudus sampai saat ini pun belum juga terlaksana.
Mantan bendahara Partai Golkar Kudus Irwan Syah yang di dukung oleh sayap sayap partai Golkar dan Semua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kabupaten Kudus ( suara arus bawah) justru ditolak oleh DPD l Jawa Tengah, tapi Anis Hidayat yang tidak di kehendaki semua Pimpinan Kecamatan dan sayap partai Golkar Kabupaten Kudus justru di di restui oleh DPD l Jateng.
Seperti yang di sampaikan mantan sekretaris Golkar Kabupaten Kudus Ali Muhlisin," kenapa Musda ini di ulur ulur,..karna DPP punya jago sendiri, pada hal dari arus bawah seperti Kosgoro, MKGR, MPG, dan semua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar bulat mendukung saudara Irwansah,karna lrwan Syah layak dan patut memimpin Partai Golkar Kabupaten Kudus, namun dari DPP maunya Anis Hidayat, Oleh karna itu kita yang punya hak suara, sepakat seratus persen mendukung Mas lrwan Syah"begitu ungkap Ali Muhlisin.Kamis sore (8/1/2026).
(Fzn)

