Tolak MBG, Siswa SMK Miftahul Falah Layangkan Surat Terbuka Pada Presiden Prabowo. - Kudus Time
HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tolak MBG, Siswa SMK Miftahul Falah Layangkan Surat Terbuka Pada Presiden Prabowo.

 


Kudus, Kudus Time.com - Muhammad Rafif Arsya Maulidi siswa SMK Miftakhul Falah Cendono, Bae, Kudus, melayangkan Surat terbuka kepada President RI Prabowo Subianto. Surat terbuka yang di tujukan langsung kepada Presiden Rl tersebut berisi aspirasi dan keprihatinannya tentang pelaksanaan program MBG serta niat untuk melepas haknya pada program MBG demi guru-guru yang mendidiknya. 

​Pada surat tersebut Rafif mengungkapkan keprihatinannya melihat ketimpangan antara anggaran program MBG dan realitas hidup para guru honorer di sekolahnya

​Rafif, yang dari latar belakang keluarga sederhana dengan ayah seorang buruh tersebut,mendapat didikan dari sekolah dan orang tuanya untuk selalu menghormati sosok yang berjasa dalam hidupnya. menurutnya, orang tua dan  guru adalah sosok yang membentuk karakter dan menghantar masa depannya. 

​Saat di temui di kediamannya di Desa Bae, Kudus, Rafif mengungkapkan alasan dirinya melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo." Saya ingin anggaran MBG yang diberikan kepada saya di alihkan untuk kesejahteraan guru saya," begitu ungkap Rafif. saat  di temui awak media di tempat kediamannya Sabtu (4/4/2026)

​Rafif juga mengkritisi alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan, Ia pun melakukan perhitungan sederhana mengenai jatah yang seharusnya ia terima selama sisa masa sekolahnya.

​Hitungan sederhana ​siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ini merinci bahwa dengan sisa waktu 18 bulan masa belajar, ia rela melepaskan jatah makannya yang bernilai jutaan rupiah untuk dialihkan menjadi tunjangan guru. Perhitungan: 18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000.



​Bagi seorang pelajar, angka tersebut tentu tidak sedikit. Namun, Rafif menegaskan bahwa ia lebih memilih dana tersebut digunakan untuk menghargai dedikasi para guru yang telah mendidiknya.

​Aksi Rafif bukan sekadar penolakan terhadap program pemerintah, melainkan sebuah kritik konstruktif dan wujud kepedulian sosial. Ia juga mengajak teman-teman sesama pelajar untuk tidak diam dan mulai menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar kemajuan bangsa.

Sementara itu kepala sekolah SMK Miftahul Falah Tri Lestari saat di hubungi via telepon mengatakan" Kami tidak melarang mas Arsya untuk menyuarakan  maksud dan aspirasinya, tapi harus berhati-hati, karna dia masih anak didik," tutur Tri Lestari.saat di hubungi via telepon (4/4/2026)

. (Fzn)

Posting Komentar